Letter for You, AR

Dear : AR

Kau menanyakan padaku seperti apa ketika aku jatuh cinta? Sadarkah ketika kau menanyakannya jawabanku adalah tidak tahu? Kini aku berfikir bagaimana aku jatuh cinta, seringkali aku mencintai dalam diam, tak membiarkan orang yang aku sukai mengetahui semua perasaan yang aku miliki. Jika kau bertanya mengapa aku tak mengungkapkannya, kau akan tahu nanti ketika kau  jatuh cinta, benar-benar jatuh cinta, karena bagiku dengan melihat orang yang aku sukai saja sudah bahagia, sulit untuk mengungkapkan ketika hati ini terasa berdebar dan lidah hanya kelu, kau hanya akan berkata dalam diammu, aah ini yang namanya jatuh cinta? Tertawa melihat orang yang kita suka tertawa, merasakan sakit di malam hari. Jatuh cinta bukan hanya bahagia, ketika aku jatuh cinta maka aku akan merasakan sakit yang lebih banyak, karena aku menahan cemburu, aku menahan tangis, dan menahan dada yang sesak, aku tak berhak masuk dalam kehidupan pribadi orang yang aku sukai, aku tak berhak melarang dia dekat dengan orang lain, aku tak berhak apapun atas hatinya. Itulah caraku ketika aku jatuh cinta.

Mungkin kau sudah tahu sebenarnya, bahwa aku mengagumimu, aah bukan, lebih tepatnya aku menyukaimu. Aku tak tahu kau tau dari siapa dan aku tak ingin menanyakannya. Aku sangat bersyukur dan berterimakasih kepada orang yang memberitahumu semua perasaanku, walau memang ada perasaan malu dan canggung. Aah ini sangat memalukan untukku ketika orang yang aku sukai tahu bahwa aku sangat sangat menyukainya… Kau tahu aku bersyukur karena apa? Karena aku tak harus bersusah payah untuk menyembunyikan semua perasaanku lagi, aku bahagia kau tahu mungkin bagimu ini hanya lelucon saja. Tetapi, ini merupakan hal yang menyakitkan membiarkan kau tahu, karena dengan membiarkan kau tahu sama saja dengan memaksaku untuk menenggelamkan semua perasaanku, semua harapan dan asa, harapan bahwa nantinya kau akan memandangku sebagai seorang wanita, dan melihat kedalam mataku, “ aah, ternyata ada pelangi disana ketika kau memandangku” .

Wajar saja untuk wanita mengharapkan sesuatu balasan dari orang yang disukainya,­ aku berbohong jika aku pernah mengatakan bahwa aku tak mengharapkan apapun, aku tak ingin membohongi diri sendiri, hanya saja sekarang aku cukup sadar diri, aku cukup tahu diri, karna aku tak masuk dalam kriteria wanita yang kau inginkan. Kau berulang kali mengucapkannya, bahkan kata-kata bahwa “kau(ingga) bukan type yang aku inginkan” sudah tertanam jelas dalam otakku.  Aku cukup tahu diri untuk menenggelamkan semuannya, aku sadar aku hanya mencintai “fatamorgana”. Ketidakmungkinan. Ketidakmungkinan kau akan memandangku sebagai seorang wanita, aku akan membuka mataku dan otakku untuk tidak meneruskan perasaan ini..
Kau tak perlu khawatir. Aku tahu aku yang jatuh cinta, bukan dirimu. Aku paham aku yang memiliki perasaan terlebih dulu kepadamu. Aku yang diam-diam memperhatikanmu. Yang tanpa pernah kau sadari ( atau mungkin kau sadar tetapi pura-pura tak sadar) aku sering mencari perhatianmu. Aku hanya ingin melakukan sesuatu agar kau melirikku. Hanya ingin kau tahu ada orang yang dengan sepenuh hati sedang ingin kau tatap. Meski sejujurnya tanpa kau tahu perasaanku-pun aku sudah cukup bahagia.

Maafkan aku yang diam-diam mencintaimu, menaruh namamu dalam sisi hatiku tanpa seizinmu. Maafkan aku yang menodai persahabatan kita dengan perasaan yang aku miliki. Aku bahkan tak sadar, kapan perasaan ini mulai tumbuh. Jika saja aku tahu, saat itu juga aku akan menyingkirkan perasaan yang ada. Jika saja aku tahu aku akan bergegas membuangnya, hanya saja aku tak menyadarinya, maafkan aku.

Aku berjanji akan menghilangkan perasaan yang aku miliki, namun aku tak bisa menghilangkannya dengan cepat, jika kau berfikir aku mulai menghilangkannya setelah tahu kalau kau tahu perasaanku maka kau salah besar, aku sudah berusaha sangat lama untuk tidak menumbuhkan perasaan ini, hanya saja ini tak mudah, ini sangat sulit. Memang aku mudah untuk jatuh cinta, namun untuk menghilangkannya akan sangat sulit.

Jangan pernah membuat aku salah paham dengan kebaikan kecil yang kau berikan kepadaku, jangan pernah berbuat baik lagi di depanku. Bersikaplah seolah-olah kau tak peduli padaku, aku hanya tak ingin hatiku goyah. Kau tak tahu betapa rapuhnya aku ketika kau berbuat baik padaku, dengan perhatian kecilmu saja sudah membuat hatiku goyah.

KAU ! jatuh cintalah dengan orang lain dan ceritakan padaku agar aku benar-benar yakin aku harus menghilangkan perasaan ini. Aku akan mencoba jatuh cinta pada orang lain untuk perlahan menenggelamkan perasaan yang aku miliki kepadamu.

Jangan bersikap canggung didepanku dan jangan menjauhiku, aku mohon kau bersikaplah seperti kau dulu bersikap padaku, tak acuh juga tak baik. Kita tetap sahabat kan? Walaupun aku sudah mengungkapkan semuanya aku harap kau tak menghindariku atau bahkan menjauhiku, aku yakin kau sudah cukup dewasa untuk berfikir tentang kita.. tentang persahabatan kita.

Terimakasih sudah menjadi bagian dalam hidupku, terimakasih kau tak akan menjauhiku.
Maafkan aku. Yah… aku akan berusaha melupakan perasaanku. Bersabarlah, walaupun lambat aku akan segera meninggalkannya. (Aku bahkan tak berani menanyakan bagaimana perasaanmu kepadaku, , aku tak cukup berani dan aku tak sanggup  untuk mendengar jawaban yang akan kau berikan dan menerima kenyataan yang mungkin akan sangat menyakitkan,. Karena itu aku memutuskan untuk menyerah, karena waktu akan menjawab semuanya. Aku percaya itu)

Terimakasih atas kebaikan yang telah kau berikan AR.

                                                                                                                      Ingga Setiana



Postingan populer dari blog ini

About my idol (2) KAI EXO

Beban, Saya benci semuanya..

jangan berbuat baik lagi, TOLONG AR