Buatlah aku benci padamu. AR
Kini aku mengikuti penaku untuk menulis semua perasaanku, semua bebanku.. aaahhh bukan pena, aku mengikuti jari-jemariku untuk menuliskannya..
Aku memang menangis semalam, entah karena aku merasa "ditolak" atau aku merasa kau akan jauh. entahlah aku hanya tak mengerti dengan jalan pikiranmu, , bahkan ketika aku mencoba mengerti dan memahami, mungkin lebih tepatnya mengamati apa karaktermu, aku tetap saja tak mengerti AR.
Kau mengatakan kau banyak menggunakan topengmu dan kau merasa nyaman (melepaskan topengmu) di hadapan kita (read: sahabat) , mungkin itu yang membuatku tak mengerti AR.
Aku berharap aku tetap tak mengerti dengan baik, karena apa? jika aku mengerti kau dengan baik maka aku akan goyah lagi, aku sudah bersusah payah untuk menghilangkan perasaan yang aku miliki, dan dengan sedikit perhatianu saja akan membuat usahaku gagal. aku tak bisa untuk terus-menerus jatuh dan bangun berjuang untuk melupakanmu AR.
Aku hanya berharap kau lebih banyak menyakitiku, agar aku benar-benar membencimu AR.
Aku memang menangis semalam, entah karena aku merasa "ditolak" atau aku merasa kau akan jauh. entahlah aku hanya tak mengerti dengan jalan pikiranmu, , bahkan ketika aku mencoba mengerti dan memahami, mungkin lebih tepatnya mengamati apa karaktermu, aku tetap saja tak mengerti AR.
Kau mengatakan kau banyak menggunakan topengmu dan kau merasa nyaman (melepaskan topengmu) di hadapan kita (read: sahabat) , mungkin itu yang membuatku tak mengerti AR.
Aku berharap aku tetap tak mengerti dengan baik, karena apa? jika aku mengerti kau dengan baik maka aku akan goyah lagi, aku sudah bersusah payah untuk menghilangkan perasaan yang aku miliki, dan dengan sedikit perhatianu saja akan membuat usahaku gagal. aku tak bisa untuk terus-menerus jatuh dan bangun berjuang untuk melupakanmu AR.
Aku hanya berharap kau lebih banyak menyakitiku, agar aku benar-benar membencimu AR.