Mundur ... Aku Ingin sekali
Kembali lagi dengan tulisan dengan hati yang patah. Aku. Ingga. Disini mencoba untuk memberikan cinta yang tulus. Bukan cinta yang rakus. Aku ingin mencintai seseorang yang memang benar-benar pantas untuk menjaga hati. Aku tak banyak menuntut, aku tak banyak komplain dan aku ingin, aku tak pernah marah dan selalu bersabar. Aku mencoba melakukan hal itu semua, tetapi ada hal lain yang tak terpikirkan. Hatiku, Perasaanku. Bagaimana nasibnya? Aku juga pernah merasakan nyeri di ulu hati. Sesak di dada. Bahkan air mataku menetes dengan sendirinya. Aku harus bagaimana ketika aku menitipkan hatiku tetapi tak di jaga? Haruskah aku mengambilnya kembali? Aku benar-benar bosan. Aku lelah... Aku ingin mundur... dengan teratur... Purbalingga, 3 Oktober 2016