Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Semua butuh proses untuk menjadi baik AR, jangan anggap aku remeh yaa :)

Semua memang ada  prosesnya. Tentang aku yang dulunya tidak baik, akupun ingin menjadi baik, awalnya memang aku ingin terlihat baik didepanmu. Namun saat ini aku menyadari untuk apa aku berbuat baik hanya untuk mencari perhatianmu dan berharap kau akan memandangku, ini akan sia-sia. Aku hanya ingin berubah karena Tuhan, Tuhanku Allah SWT. Aku juga ingin mengenakan pakaian longgar dan memakai hijab yang menutup sampai dada. Aku ingin juga menjadi wanita anggun. Aku ingin menjadi wanita shalihah, bukan di depanmu. Tetapi di depan Tuhanku. Aku tahu ini membutuhkan proses entah itu lama atau tidak, dan aku mohon kepadamu jangan pernah memandang rendah tentang aku (aku anggap seperti itu). Akupun pantas menjadi wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, calon imamku.. Terimakasih pernah ada di hatiku. Jangan menganggap aku remeh lagi.
Sampai saat ini aku jadi suka membaca surat yang aku berikan untukmu AR. suka saja rasanya :)

Buatlah aku benci padamu. AR

Kini aku mengikuti penaku untuk menulis semua perasaanku, semua bebanku.. aaahhh bukan pena, aku mengikuti jari-jemariku untuk menuliskannya.. Aku memang menangis semalam, entah karena aku merasa "ditolak" atau aku merasa kau akan jauh. entahlah aku hanya tak mengerti dengan jalan pikiranmu, , bahkan ketika aku mencoba mengerti dan memahami, mungkin lebih tepatnya mengamati apa karaktermu, aku tetap saja tak mengerti AR. Kau mengatakan kau banyak menggunakan topengmu dan kau merasa nyaman (melepaskan topengmu) di hadapan kita (read: sahabat) , mungkin itu yang membuatku tak mengerti AR. Aku berharap aku tetap tak mengerti dengan baik, karena apa? jika aku mengerti kau dengan baik maka aku akan goyah lagi, aku sudah bersusah payah untuk menghilangkan perasaan yang aku miliki, dan dengan sedikit perhatianu saja akan membuat usahaku gagal. aku tak bisa untuk terus-menerus jatuh dan bangun berjuang untuk melupakanmu AR. Aku hanya berharap kau lebih banyak menyakitiku, agar ...

Aku harap kau mengerti , AR

Maafkan aku telah mengakui semua perasaanku dan itu membuatmu merasa sakit, ada rasa canggung diantara kita. Ada perasaan yang berbeda, BUKAN jatuh cinta, BUKAN bahagia. Terasa aneh memang untukmu mengetahui ternyata sahabatmu menyukaimu, sangat berat memang, aku mencoba untuk mengerti. dan akupun ingin kau paham mengapa aku harus mengatakan kebenarannya kepadamu. Aku tak ingin tersiksa dengan perasaanku lagi, hatiku sesak jika aku menyimpannya sendiri karena bukan hanya kau saja yang harus aku fikirkan dan aku tak ingin merasakan "Galau" lagi. Kau mungkin tak tahu (aku anggap saja kau tak tahu) bagaimana rasanya mencintai dalam diam, menyimpannya sendiri. Ya, aku memang mengatakan pada sahabatku yang lain kalau aku menyukaimu. mengapa? karena akupun dari dulu ingin mengosongkan hati ini, tak terisi dengan namamu saja. Hidupku masih panjang dan bukan hanya kau saja yang berhak mendapatkan hatiku. Hanya saja memang saat ini aku menyukaimu. Bukankan aku sudah berjanji semalam...

Letter for You, AR

Dear : AR Kau menanyakan padaku seperti apa ketika aku jatuh cinta? Sadarkah ketika kau menanyakannya jawabanku adalah tidak tahu? Kini aku berfikir bagaimana aku jatuh cinta, seringkali aku mencintai dalam diam, tak membiarkan orang yang aku sukai mengetahui semua perasaan yang aku miliki. Jika kau bertanya mengapa aku tak mengungkapkannya, kau akan tahu nanti ketika kau  jatuh cinta, benar-benar jatuh cinta, karena bagiku dengan melihat orang yang aku sukai saja sudah bahagia, sulit untuk mengungkapkan ketika hati ini terasa berdebar dan lidah hanya kelu, kau hanya akan berkata dalam diammu, aah ini yang namanya jatuh cinta? Tertawa melihat orang yang kita suka tertawa, merasakan sakit di malam hari. Jatuh cinta bukan hanya bahagia, ketika aku jatuh cinta maka aku akan merasakan sakit yang lebih banyak, karena aku menahan cemburu, aku menahan tangis, dan menahan dada yan...

tetaplah menjadi tidak tahu

terkadang memang merasa sepi, marah karena kau tidak tahu perasaanku malu harus menyembunyikannya  menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan dan harus bersiap melupakan, dan itu yang belum bisa aku lakukan , kau tahu karena apa? karena aku belum siap menerima orang lain dan menggantikan tempatmu disana...  aku berharap kau tak akan tahu, walaupun kau tahu jangan biarkan aku mengetahuinya, aku harap kau pandai menyembunyikan kebenarannya agar aku tak malu dan masih akan tetap memposisikan kau di tempat yang tepat, jangan biarkan aku tahu sampai aku menemukan penggantimu, nanti... AR

Untukmu AR yang sampai saat ini aku belum sanggup untuk JUJUR tentang semua perasaan yang aku miliki

Waktu seakan berhenti dan mata ini selalu mengalirkan air tanpa henti, dentang jam seakan mati bersama patahnya hati ini, menyayangi maupun mencintai sendiri sungguhlah tidak mudah, penuh derai air mata yang sebenarnya tak mempunyai hak untuk mengalir hati yang penuh luka padahal tak pernah tersakiti hanya bisa memandang dalam satu sisi, membiarkannya tak tahu  merasakan satu hati yang utuh untuk hati yang bahkan tidak bisa menerimannya dibagian manakah yang salah?  merasakan jatuh cinta sendiri, merasakan sakit dan menangispun sendiri sungguh sama sekali tidak mudah mencintai satu sisi.. mengapa tak membiarkan dia tahu? sebenarnya ingin sekali, agar aku tahu sebenarnya untuk siapa hatinya diberikan? disisi mana sebenarnya aku diletakna dihatinya tau bahkan sama sekali tidak bisa masuk kesana ingin tahu sebenarnya wanita yang seperti apa yang dia cintai? bisakah aku menjadi salah satunya.. banyak yang aku ingin ketahui tapi aku belum siap untuk m...