Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Kepenatan ...

Akan sampai kapan kau tersiksa dengan senyumanmu itu. Akan sampai kapan kau diabaikan dengan sikap [mencoba] ramah. Akan sampai kapan kau tak di hargai dengan tak menolak menolong orang lain, dan kapan kau akan berkata "TIDAK" untuk di mintai bantuan, akan sampai kapan kau hidup seperti itu?? Sudah cukup, pikirkan juga kebahagiaanmu, pikirkan juga pekerjaan utamamu, pikirkan juga hatimu. Akan sampai kapan kau selalu terinjak? SADAR... Kau lebih berharga dari mereka, tapi mengapa mereka yang bersikap sombong? Mengapa mereka yang bisa menginjak selalu menang? INGGA SADAR !!!! Kau harus pikirkan hatimu jugaaa.... 04122015 - tianaDee

Kepadamu, AR yang belum bisa dilupakan...

Sudah lama kita tak bersua. Bahkan aku lupa kapan terakhir kali kita bercengkerama. Apa kau masih berusaha menghindariku sejak kejadian waktu yang lalu? Hey.. Apa kau menyimpan perasaan kepadaku [sebenarnya?]. Bagaimana bisa kau selalu ada disini, selalu terukir di setiap inci tubuhku.. Kau selalu mendiami relung hatiku dan fikiranku meski aku telah menyuruhmu pergi. Aku tahu dan aku sangat sangat mengerti bahwa ragamu tak bisa aku miliki, bahkan hanya menyentuhmu saja aku terlalu takut, aku tak bisa memiliki apapun yang ada dalam dirimu. Aku sangat paham, aku sangat paham kau berusaha menghindar dari diriku, tapi... jika saja aku boleh meminta, untuk saat ini, aku inginkan kau bersikap hangat seperti dahulu lagi. Aku nyaman dengan sikapmu itu walaupun sebenarnya kau menumbuhkan rasa harap dalam diriku, tak ada yang salah dengan aku jatuh cinta kepadamu, tak ada yang  salah. Hanya saja kau tak bisa menerimaku, kau pun tak salah, tapi mengapa kita jadi seperti ini?  kembali...