Postingan

Mimpi

Tentang mimpi yang terjadi semalam, , Aku tak mengerti... Mengapa aku menangis ketika bangun, semua terasa nyata. Sungguh, mengapa aku tak bisa melupakan dia? Mendorongnya keluar dari pikiran dan hati ini. Sungguh aku merasa tersiksa setiap kali aku bertatap muka dengannya, hanya sekedar mendengar tentangnya saja aku merasa sakit. Aku tahu mungkin tulisan ini hanya tentang ke'galau'an saja.. Tapi ini nyata, Aku masih menyayangi dia, aku masih merindukan dia. Aku memang egois ingin memiliki semua tentang dia. Sungguh kali ini aku benar-benar menyadari selama ini aku tidak bisa mengeluarkan dia dari sini(hati). Jika saja dia tahu, walau dia bersikap acuh seperti apapun aku akan tetap ada jika dia ingin bercerita tetang dunianya. Sungguh aku sayang ... AR deetiana 24/11/2017
Disini aku masih belajar tentang menahan marah, menahan emosi, menahan segala hal agar aku tetap ramah terhadap orang lain. Masih banyak senyum palsu yang kuciptakan. Masih banyak kemarahan yang aku pendam, kekecewaan. Aku tidak bisa mengungkapkan itu. Aku memang bukan seseorang yang pandai berekspresi, tetapi aku seseorang yang pandai membohongi diri-sendiri. Menderita rasanya selalu harus mengalah, harus menerima ketika kemampuanku tak di akui oleh orang sekelilingku. Ingin rasanya sudahi semua pekerjaan disini. . Aku sangat benci.

Mundur ... Aku Ingin sekali

Kembali lagi dengan tulisan dengan hati yang patah. Aku. Ingga. Disini mencoba untuk memberikan cinta yang tulus. Bukan cinta yang rakus. Aku ingin mencintai seseorang yang memang benar-benar pantas untuk menjaga hati. Aku tak banyak menuntut, aku tak banyak komplain dan aku ingin, aku tak pernah marah dan selalu bersabar. Aku mencoba melakukan hal itu semua, tetapi ada hal lain yang tak terpikirkan. Hatiku, Perasaanku. Bagaimana nasibnya? Aku juga pernah merasakan nyeri di ulu hati. Sesak di dada. Bahkan air mataku menetes dengan sendirinya. Aku harus bagaimana ketika aku menitipkan hatiku tetapi tak di jaga? Haruskah aku mengambilnya kembali? Aku benar-benar bosan. Aku lelah... Aku ingin mundur... dengan teratur... Purbalingga, 3 Oktober 2016

Antara Bertahan atau Pergi

Pada awalnya aku memutuskan untuk berada di sisinya hanya untuk sementara. Hingga tiba saat dimana aku mulai benar-benar menggadaikan hatiku kepada dia dan memutuskan untuk bertahan. sakit rasanya. Aku pikir aku sudah siap jatuh hati, ternyata sama sekali belum siap. Banyak hal yang perlu aku toleransi dan aku harus selalu mengerti dia, selalu. Dan pada akhirnya aku menjadi air. Ketika dia sedang menjadi api, aku akan menjadi air. Dan ketika aku menjadi api, dia tetap menjadi api dan pada akhirnya aku yang menjadi air, aku selalu mengalah. Sakit rasanya ketika aku masuk lebih dalam kehidupannya, banyak hal yang belum bisa aku pahami dan terima.  Saat ini aku ingin pergi, perlahan meninggalkan sisa perasaan yang ada. Pikirku, ketika aku perlahan meninggalkan maka hati tak akan terasa sakit. Tetapi ada saja hal yang membuatku bertahan ketika aku ingin pergi. Banyak hal yang membuatku memutuskan untuk pergi,. terutama restu orang tuanya dan agamanya. Tetapi entah bagaimana aku masi...

Kekecewaan yang menumpuk

Aku tak ingin menghancurkan persahabatan yang selama ini sudah terjaga. Aku tak ingin hanya karena 1 lelaki persahabatan ini hancur. Kekecewaan yang aku rasakan akhir-akhir ini semakin bertambah, dia tidak jujur dan banyak hal yang sekarang di tutupi, membiarkan aku tidak tahu menahu soal apapun.  Mungkin aku hanya cemburu saja melihat dia sekarang mempunyai sahabat baru, teman curhat baru. aku terabaikan. Aku mencoba berfikir seperti itu.. Mencoba mengerti dan menerima.. Tentang seorang laki-laki yang membuat dia tidak mengatakan kejujurannya kepadaku, laki-laki itu bernama Agris Al-Aziz. Laki-laki tampan dan cukup asyik untuk teman ngobrol, temen satu ekstrakulikuler, teman satu sekolah, teman dengan kesukaan yang sama, teman yang dulunya di sukai sama sahabatku Amanda. Teman yang apa adanya. Kini sahabatku Reza suka dengan dia. Aku tidak mengatakan aku tidak akrab dengan laki-laki itu, aku cukup akrab akhir-akhir ini karena kita mempunyai kesamaan dalam menyu...

Marah

Sudah lama aku tak menulis kisah disini.. Apakabar tempat keluh kesahku? kau baik? Aku ingin bercerita, ini bukan tentang AR lagi. Aku sudah melupakan perasaanku yang ada padanya.. Hanya kali ini aku ingin bercerita tentang sahabatku, sahabat dari masa SMA hingga saat ini.  Kemarin, beberapa minggu yang lalu ada sedikit masalah dalam persahabatan ini. Ada beberapa sikap dia yang membuatku benar-benar kehilangan kesabaranku. Aku akui, aku jarang marah kepada kawan baikku, kecuali dia sudah sering menyayat hatiku.. Kau tau hal apa yang membuat aku marah? ini memalukan untuk di ceritakan sebenarnya.. Aku di kenalkan dengan saudara laki-lakinya yang umurnya beda jauh denganku, dia berusia kepala 3 sedangkan aku baru 21 tahun. Aku sudah pernah mengatakan kepada kawanku kalau aku tak ingin dikenalkan, tapi kenyataannya dia memberikan kontakku kepada dia. Hal sepele memang, tapi menurutku ini sangat mengganggu. Aku takut karena menurut aku saudaranya itu arogan. .  Aku ...

Lelah

Saat lelah, membuat sesak didada Saat orang disekitar tak menyadari betapa tertekannya aku, bagaimana aku harus menyimpan masalah sendiri, dan beban yang ada dipundak.. Aku ingin teriak dan mengajak mereka untuk bekerja sama saling memikul beban, toh kita keluarga.. Ingin rasanya meninggalkan rumah, hidup mandiri tanpa menyandang beban keluarga. Aku lelah, sungguh